18
Okt
09

Mengenali Kehendak Allah

Proses Untuk Mengenali Kehendak Allah

Rm-Yohanes-003

Proses untuk mengenali kehendak Allah ini kadang-kadang dapat juga disebut dengan istilah ‘penegasan rohani’. Supaya dapat mengenali kehendak Allah lewat tanda-tanda batin tersebut, di bawah ini dapat dijumpai beberapa pedoman praktis.

  1. Pertama-tama siapkanlah batinmu mencapai suatu kerelaan untuk mengikuti kehendak Allah, apa pun itu, karena yakin bahwa itulah yang terbaik bagi kamu. Bila kamu telah rela dan siap mengambil keputusan sesuai dengan kehendak Allah, maka kamu dapat mengambil langkah berikutnya.
  2. Carilah informasi yang memadai tentang situasi, peristiwa, perkara, dan orang-orang yang terlibat dalam pilihanmu. Pelajari dan pertimbangkan segala pro dan kontranya. Carilah juga tanda-tanda lahiriah bimbingan Allah. Waktu mempelajari semua itu, perhatikan pula ketiga sumber bimbingan Allah yang telah disebutkan diatas. Segala sesuatu yang berlawanan dengan Kitab Suci, ajaran Gereja, dan status hidupmu haruslah dianggap sebagai suatu godaan.
  3. Bawa persoalanmu dengan segala pro dan kontranya kepada Yesus dalam doa. Berbicaralah kepada Yesus sebagaimana berbicara kepada sahabat yang mengasihi kamu. Ceritakanlah kepada-Nya  segala aspirasi dan kekuatiranmu. Bertanyalah kepada-Nya bagaimana pandangan-Nya tentang hal itu, dan mohonlah kepada-Nya agar membantumu mengambil keputusan yang tepat. Setelah berdoa sejenak kepada Tuhan, cobalah tinggal tenang di hadirat-Nya. Kamu dapat memuji Dia, atau berdoa dalam bahasa roh, atau hanya tinggal diam saja di hadapan-Nya.
  4. Bacalah tanda-tanda batinmu. Ketika kamu berbicara dengan Tuhan dan lebih-lebih lagi ketika kamu diam di hadapan-Nya, Roh Allah berkarya di dalam dirimu. Bila keputusan atau tindakan yang kamu ambil itu sesuai dengan kehendak Allah, maka Roh Kudus akan menimbulkan damai, tenang, kasih, ketertarikan batin, dan hiburan. Melalui tanda-tanda postif itu Roh berkata: “Ya, itulah yang Saya kehendaki.” Bila keputusan atau tindakan yang akan kamu ambil itu tidak sesuai dengan rencana Allah, maka kamu akan mengalami tanda-tanda yang negatif seperti ketidaktenangan, ketakutan, kegelapan, keseganan, dan kehadiran Allah lenyap. Melalui tanda-tanda itu Roh mau berkata: “Bukan, itu bukan yang Kukehendaki.”

Dalam mengambil keputusan penting, seperti misalnya menentukan panggilan hidup, perubahan besar dalam hidup, kamu dapat melihat dari kedua sisinya secara bergantian. Misalnya untuk menentukan panggilan hidup; doakan terlebih dahulu seandainya kamu masuk biara: reaksinya bagaimana. Kemudian doakan seandainya kamu mau berkeluarga; reaksinya bagaimana. Kedua hal ini akan memperkuat kesimpulannya. Misalnya bila waktu kamu mendoakan masuk biara kamu mengalami tanda-tanda yang positif, sedangkan ketika mendoakan mau berkeluarga, kamu mengalami tanda-tanda negatif, jelaslah kiranya bahwa Tuhan memanggil kamu untuk hidup membiara. Kalau sebaliknya waktu berdoa tentang hal berkeluarga, kamu mengalami tanda-tanda positif, jelaslah bahwa kamu dipanggil untuk berkeluarga. Dengan cara yang sama kamu dapat berdoa dan mohon bimbingan Tuhan, apakah misalnya kamu harus pindah ke kota lain atau tidak, demikian juga dalam mengambil keputusan-keputusan lainnya.

Beberapa petunjuk praktis

  • Seringkali tanda-tanda batin itu digelapkan dan dikaburkan oleh perasaan-perasaan senang dan tidak senang, prasangka, ketakutan, ambisi, keinginan yang belum terpenuhi, tekanan sosial, dan godaan-godaan. Karena itu di atas saya katakan, bahwa kamu harus terlebih dahulu berdoa untuk menyerah kepada kehendak Allah, sehingga mampu mengenali tanda-tanda tersebut. Lagipula kita harus tekun dalam doa, supaya tanda-tanda tadi menjadi semakin jelas. Roh Kudus akan berkarya secara konsisten, sedangkan pikiran dan perasaan kita akan berubah sesuai dengan situasi. Semakin kamu bertekun dalam doa, Roh Kudus akan membantu kamu melihat semuanya dengan jelas.
  • Dalam menghadapi keputusan-keputusan penting, misalnya waktu harus menentukan panggilan hidup, ulangilah doa itu berkali-kali selama beberapa hari, bahkan selama beberapa minggu kalau perlu. Dalam hal ini penting sekali untuk menuliskan atau mencatat apa yang kamu alami dan rasakan waktu itu, baik yang positif maupun yang negatif, supaya sesudah itu kamu dapat memakainya untuk mengenali petunjuk Allah. Kalau pengalamanmu terlihat menuju suatu arah secara konsisten, kamu dapat menarik kesimpulan dengan hati yang penuh damai ke mana arah yang dikehendaki Allah bagi kamu. Sebaliknya kalau pengalamanmu agak kacau, tidak konsisten, itu tandanya kamu belum siap melakukan penegasan rohani tersebut karena barangkali hatimu belum siap melakukan apa yang dikehendaki Allah. Kalau demikian, berdoalah terus sampai kamu menemukan kesiapan dan kerelaan melakukan kehendak Allah, apa pun itu.
  • Sebelum mengambil keputusan penting, baiklah kamu berkonsultasi dengan pimpinanmu, dengan pembimbing atau orang lain yang lebih berpengalaman. Dalam kasus-kasus tertentu, bila ada dorongan batin, kamu dapat berdoa minta tanda sebagai penguat dari tanda-tanda batin tersebut, dan bukannya untuk menggantikan proses penegasan tersebut. Misalnya kamu dapat berdoa: “Tuhan, bila memang kehendak-Mu saya pindah pekerjaan, singkirkanlah halangan yang menghadang itu.”

Mengenali Kehendak Allah secara Komuniter

Ini adalah usaha bersama sebagai anak-anak Allah untuk mengenali kehendak dan rencana Allah bagi mereka sebagai pribadi atau sebagai komunitas. Komunitas berkumpul dalam nama Tuhan dan dalam Roh Tuhan, dalam semangat cintakasih timbal balik dan keserasian, dalam kerendahan hati dan kerelaan hati untuk melakukan kehendak Tuhan, apa pun itu, karena yakin, bahwa Allah hanya dapat menghendaki yang terbaik bagi kita yang percaya kepada-Nya.

Dalam proses penegasan komuniter ini perlu disadari adanya bahaya-bahaya tertentu yaitu:

  • Memihak kelompok atau gengnya, perpecahan, persaingan, dan kecurigaan
  • Keterpusatan diri sendiri, sehingga menjadikan kelompok itu buta terhadap kepentingan Gereja atau umum yang lebih besar
  • Ambisi manusiawi, rekayasa, dan rencana sendiri, yang menjadikan orang tidak peka terhadap bisikan Roh

Supaya dapat mengadakan penegasan rohani yang obyektif dan baik, masing-masing harus menyingkirkan halangan-halangan di atas. Mereka harus sungguh-sungguh jujur dan rela mencari kehendak Allah. Kehendak Allah harus sungguh menjadi prioritas masing-masing. Oleh karena itu penegasan komuniter seperti itu hanya mungkin bila ada persaudaraan sejati dan sikap saling menghargai dan saling mempercayai dalam komunitas tersebut.

Langkah-langkah yang harus diikuti kelompok atau komunitas itu pada dasarnya sama seperti di atas, yaitu:

  1. Berdoalah sampai masing-masing benar-benar rela menerima kehendak Allah, apa pun itu
  2. Cari informasi yang penting dan tepat tentang persoalan tersebut. Uraikan dan diskusikan semuanya dan kalau perlu tanya pendapat seorang ahli dalam bidang tersebut
  3. Dengarkan Allah dalam doa yang hening dan kenalilah tanda-tanda batin yang menunjukkan kehendak Allah
  4. Sesudah itu berkumpulah kembali dan berbicaralah secara bergiliran, masing-masing mengungkapkan apa yang menurut pendapatnya adalah kehendak Allah. Bila semua anggota atau sebagian besar dari kelompok itu sudah cukup dewasa rohaninya, maka akan terdapat kesepakatan atau kuasa kesepakatan

Bila tidak terdapat kesepakatan, itu dapat berarti bahwa kelompok memerlukan informasi yang lebih lengkap serta diskusi lebih matang, karena mungkin sekali ada unsur penting yang dilupakan. Mungkin juga bahwa kelompok membutuhkan pertobatan yang lebih mendalam, atau butuh waktu lebih banyak untuk doa dan mendengarkan Roh. Proses tersebut dapat diulangi sampai terdapat kesepakatan.

Ingatlah bahwa engkau

hanya mempunyai satu jiwa.

Bahwa engkau hanya mempunyai satu kehidupan

yang teramat singkat,

dan yang harus engkau jalani sendiri.

Engkau hanya mempunyai satu kematian

yang harus dihadapi.

Dan disana hanya ada satu kemuliaan menanti

yang adalah abadi.

Jika engkau memperhatikan hal ini

maka ada banyak hal

yang tidak perlu engkau takuti.

Biarkan keinginanmu hanya melihat Tuhan.

Ketakutanmu . . . . . . . .

bahwa engkau akan kehilangan Dia.

Dukamu . . . . . . . . .

bahwa engkau tidak memperoleh sesuatu dariNya.

Kegembiraanmu  . . . . . . . . .

bahwa Dia akan membawamu kepadaNya.

Maka engkau akan hidup dalam damai sejahtera.

Sumber: BEEVERS, John.  Theresa of Avila (diterjemahkan oleh Tomas Samaria).



0 Responses to “Mengenali Kehendak Allah”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Arsip

Laman

Oktober 2009
S S R K J S M
« Sep    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Refleksiku

Blog Stats

  • 693 hits

%d blogger menyukai ini: